<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Vieva's Blog</title>
	<atom:link href="http://vieva.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vieva.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2009 03:03:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vieva.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Vieva's Blog</title>
		<link>http://vieva.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vieva.wordpress.com/osd.xml" title="Vieva&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vieva.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KehAmiLan deNgan DepResi</title>
		<link>http://vieva.wordpress.com/2009/05/05/hello-world/</link>
		<comments>http://vieva.wordpress.com/2009/05/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 02:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vieva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Depresi Umum terjadi Sebelum, Selama dan Setelah Hamil Satu dari tujuh perempuan mengalami depresi sebelum, selama atau setelah melahirkan, demikian menurut studi pada lebih dari 4.300 perempuan yang dicatat dalam Kaiser Permanente HMO. Selama sembilan bulan sebelum hamil, 8.7% perempuan didiagnosa mengalami depresi, berbanding 6.7% perempuan yang dirawat karena depresi selama hamil dan 10.4% yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vieva.wordpress.com&amp;blog=7622271&amp;post=1&amp;subd=vieva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depresi Umum terjadi Sebelum, Selama dan Setelah Hamil</strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-11" title="depres%20ibu%20hml" src="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/depres20ibu20hml.jpg?w=305" alt="depres%20ibu%20hml"   /> Satu dari tujuh perempuan mengalami depresi sebelum, selama atau setelah melahirkan, demikian menurut studi pada lebih dari 4.300 perempuan yang dicatat dalam Kaiser Permanente HMO. Selama sembilan bulan sebelum hamil, 8.7% perempuan didiagnosa mengalami depresi, berbanding 6.7% perempuan yang dirawat karena depresi selama hamil dan 10.4% yang mengalami kejadian depresi setelah melahirkan kata Evelyn Whitlock, M.D., M.P.H., dari Kaiser Permanente Center for Health Research, rekan penulis studi pada bulan Oktober dalam terbitan the American Journal of Psychiatry.</p>
<p>“Perawatan yang dilakukan mendukung screening<span style="text-decoration:line-through;"> </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi">depresi</a><span style="text-decoration:line-through;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi"> </a></span>yang tidak bisa menemukan depresi yang tidak terdeteksi dan, dengan perawatan yang tepat, mengurangi meluasnya efek penyakit ini pada ibu, bayi dan saudara kandung lainya,” demikian kesimpulan para penulis.</p>
<p>Dr. Whitlock mengatakan bahwa tingkat depresi yang diamati dalam analisa ini dibandingkan dengan “latar belakang, tingkat depresi dalam jangka panjang diantara perempuan.”</p>
<p>Tetapi penemuan itu juga bermanfaat karena para dokter klinik dan masyarakat pada umumnya bertukar pikiran mengenai keyakinan itu saat perempuan merencanakan hamil dan selama<span style="text-decoration:line-through;"><a href="http://www.jasaumum.com/kehamilan_pertama.htm"> </a></span><a href="http://www.jasaumum.com/kehamilan_pertama.htm">kehamilan</a>,” perempuan kemungkinan tidak mengalami depresi, pada saat yang bersamaan, terdapat peningkatan perhatian terhadap depresi selama masa kejadian setelah melahirkan.”</p>
<p>Para peneliti telah mengidentifikasi 4.398 perempuan yang mengalami minimal satu kali kehamilan sejak 1 Desember 1998 sampai 31 Desember 2001. Semua perempuan dicatat terus dalam rencana kesehatan selama minimal 39 minggu sebelum kehamilan dan minimal sembilan bulan setelah melahirkan. Depresi teridentifikasi dengan kode ICD-9 dalam catatan kesehatan atau dengan antidepressan yang dilepaskan dalam 30 hari sejak diagnosis<span style="text-decoration:line-through;"> </span><a href="http://yudhim.blogspot.com/2008/01/mengenal-beberapa-jenis-gangguan-mental.html">gangguan mental.</a></p>
<p>Depresi paling sering ditemukan pada perempuan yang memiliki tiga anak atau lebih sebelum indek kehamilan, perempuan yang merokok selama hamil, atau pasien yang memerlukan bantuan perawatan.</p>
<p>Umur, pendidikan, dan selama tiga bulan mengikuti program perawatan sebelum melahirkan tidak terkait dengan depresi.</p>
<p>Tujuh puluh tujuh persen perempuan yang terdiagnosa mengalami depresi sebelum hamil minimal diberikan satu resep obat antidepresan, seperti yang dilakukan sebanyak 67% perempuan yang didiagnosa selama hamil dan 82% didiagnosa setelah terjadi peristiwa pasca melahirkan.</p>
<p>Kimberly A. Yonkers, M.D., dari Yale menulis editorial bahwa meskipun database yang digunakan dalam studi memberikan ukuran sample yang besar, namun tidak memberikan informasi yang tepat mengenai penyebab yang memungkinkan” seperti kebiasaan kesehatan dan karakteristik rasa sakit.”</p>
<p>Dan, Dr. Yonkers menulis belum jelas apakah peningkatan dalam diagnosa setelah melahirkan merupakan “akibat kemauan pasien untuk mengungkap gejala depresi setelah melahirkan, peningkatan kewaspadaan para dokter dalam mendiaknosa gangguan depresi setelah melahirkan atau perbedaan yang sebenarnya dalam kejadian depresi.”</p>
<h2><span style="color:#ffff00;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="h" src="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/h1.jpg?w=305" alt="h"   /> HIPEREMESIS GRAVIDARUM<br />
</strong></span></h2>
<p><strong> </strong>Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti <a href="http://purnawati.wordpress.com/2008/04/23/morning-sickness/">morning sickness</a> yang biasa dan bisa menyebabkan <a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0307/11/muda/421336.htm">dehidrasi</a> dan kelaparan.<sup>1</sup></p>
<p><strong> </strong>Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk.</p>
<p><strong>ETIOLOGI</strong></p>
<p><strong> </strong>Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor<a href="http://medicastore.com/penyakit/182/Sindroma_Syok_Toksik.html"> toksik </a>juga tidak ditemukan kelainan biokimia, perubahan-perubahan natomik yang terjadi pada otak, jantung, hati dan susunan syaraf, disebabkan oleh kekurangan  vitamin serta zat-zat lain akibat kelemahan tubuh karena tidak makan dan minum.<sup>1</sup> Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang telah ditemukan oleh beberapa sebagai berikut</p>
<ol>
<li>faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda<em>. </em>Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda menimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan karena pada kedua keadaan tersebut hormon khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan.</li>
<li><em>2. </em>Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi meternal dan perubahan metabolik<em> </em>akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik.<em> </em></li>
<li>Alergi<em>,</em> sebagai salah satu respon dari jaringan ibu terhadap anak, juga disebut sebagai salah satu faktor organik</li>
<li>Faktor psikologik<em> </em>memegang peranan yang penting pada penyakit ini, rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut akan kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup.</li>
</ol>
<p>PATOLOGI</p>
<p>Bedah mayat pada mayat wanita yang meninggal karena hiperemesis gravidarum menunjukkan kelainan-kelainan pada berbagai alat dalam tubuh, yang juga dapat ditemukan pada<a href="http://www.indonesiaindonesia.com/f/11160-malnutrisi/"> malnutrisi</a> oleh beberapa macam sebab.</p>
<ol>
<li>Hati. Tampak degenerasi lemak tanpa nekrosis yang terletak sentrilobuler, kelainan ini nampaknya tidak menyebabkan kematian dan dianggap<em> sebagai </em>akibat muntah yang terus-menerus. Tetapi separuh penderita yang meninggal karena hiperemesis gravidarum menunjukkan gambaran mikroskopik hati yang normal.</li>
<li>Jantung. Menjadi tampak lebih kecil daripada biasanya dan beratnya atrofi dan sejalan dengan lamanya penyakit, kadang-kadang ditemukan perdarahan sub-endokardial.</li>
<li>Otak. Dapat ditemukan ensefalopati Wernicke yaitu dilatasi kapiler dan perdarahan kecil–kecil didaerah korpora mamilaria ventrikel ketiga dan keeempat.</li>
<li>Ginjal. Tampak pucat dan degenerasi lemak dapat ditemukan pada tubuli kontorti.</li>
</ol>
<p><strong>GEJALA DAN TANDA</strong></p>
<p><strong> </strong>Batas antara mual dan muntah dalam kehamilan yang masih fisiologik dengan hiperemesis gravidarum tidak jelas, akan tetapi muntah yang menimbulkan gangguan kehidupan sehari-hari dan dehidrasi memberikan petunjuk bahwa wanita hamil telah memerlukan perawatan yang intensif.</p>
<p>Hiperemesis gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagai kedalam 3 tingkatan.</p>
<ol>
<li>Tingkatan I. Ringan</li>
</ol>
<p>Muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan tidak ada, berat badan menurun dan nyeri<a href="http://borneo-ufi.blog.friendster.com/"> epigastrium</a>. Nadi meningkat sekitar 100 per menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mengering dan mata cekung.</p>
<ol>
<li>Tingkat II. Sedang</li>
</ol>
<p>Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih mengurang lidah mengering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikteris. Berat badan turun dan mata cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aseton">Aseton</a> dapat tercium dalam hawa pernapasan, karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing.</p>
<ol>
<li>Tingkat III. Berat</li>
</ol>
<p>Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat dan tensi menurun. Komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai ensefalopati Wernicke, dengan gejala nistagmus, diplopia dan perubahan mental. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B komplek. Timbulnya ikterus menunjukkan adanya payah hati.</p>
<p><strong>PENCEGAHAN</strong></p>
<p><strong> </strong>Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilaksananakan dengan jalan memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, menganjurkan mengubah makanan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil, tetapi lebih sering<em>.</em> Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurakan untuk makan roti keringatau biskuit dengan teh hangat. Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau`sangat dingin. Defekasi yang teratur hendaknya dapat dijamin, menghindarkan kekurangan karbohidrat merupakan faktor yang penting, oleh karenanya dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula<em>.</em></p>
<h2 style="text-align:center;"><em><span style="color:#ff00ff;"><strong>KaNker PayUDara</strong></span></em></h2>
<p><em><span style="color:#ff00ff;"><strong><img class="size-full wp-image-22 alignleft" title="k2" src="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/k2.jpg?w=305" alt="k2"   /><br />
</strong></span></em></p>
<p><span style="color:#000000;">Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker">Kanker</a> bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Penyebab</span></strong><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Faktor Risiko</span></strong><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">1. Usia.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">2. Pernah menderita kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">4. Faktor genetik dan hormonal.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">8. Obesitas pasca menopause.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">9. Pemakaian alkohol.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">11. Bahan kimia.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">12. DES (dietilstilbestrol).</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.</span><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">13 Penyinaran.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Gejala dan Tanda</span></strong><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan<a href="http://qittun.blogspot.com/2008/10/konsep-dasar-nyeri.html"> nyeri</a> dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Pencegahan</span></strong><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;">Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diet">diet</a> dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/04/11253644/cegah.kanker.payudara.sadari.sekarang"><img class="size-full wp-image-25 alignright" title="images" src="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg?w=305" alt="images"   />Sadari</a>, pemeriksan payudara secara klinis dan <a href="http://www.ictwomen.com/article/9/tahun/2009/bulan/05/tanggal/09/id/1210/">mammografi </a>sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.</span></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Penatalaksanaan</span><span style="color:#000000;"><br />
</span></strong><span style="color:#000000;">Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah <a href="http://www.henlia.com/?p=116">biopsi.</a> Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon"> hormon.</a></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vieva.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vieva.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vieva.wordpress.com&amp;blog=7622271&amp;post=1&amp;subd=vieva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vieva.wordpress.com/2009/05/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f15e605b8dc47bee14f71355a09c4d0a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vieva</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/depres20ibu20hml.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">depres%20ibu%20hml</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/h1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">h</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/k2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">k2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vieva.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
